Pentingnya Etika Dalam Berkomputer

     
   

 


 Secara bahasa etika berasal dari bahasa Yunani yaitu "ethos" yang berarti karakter. Dimana etika kemudian didefiniskan sebagai suatu set kepercayaan, standar atau pemikiran yang dimiliki oleh suatu individu, kelompok atau masyarakat (Nagajaran, 1990). Artinya semua individu bertanggungjawab kepada masyarakat atas perilaku mereka. Etika sangat berbeda dari satu masyarakat dengan masyarkat lain. Seedangkan mengenai etika komputer, James H. Moor mendefinisikan etika komputer sebagai analisis mengenai sifat dan dampak sosial teknologi kompter, serta formulasi dan justrifikasi kebijakan dalam menggunakan teknologi tersebut secara etis.
     Komputer adalah serangkaian atau sekelompok mesin elektronik yang terdri dari ribuan bahkan jutaan komponen yang dapat saling bekerja sama, serta membentuk sebuah sistem kerja yang  tersusun dan teliti. Sistem ini kemudian dapat dipergunakan untuk melakukan serangkaian pekerjaan secara otomatis, berdasarkan urutan instruksi ataupun program yang diberikan kepada komputer. 
   Alasan mengapa pentingnya etika berkomputer adalah sebagai aplikasi dari perkembangan teknologi yang cukup pesat dan kebiasaan atau budaya baru dalam masyarakat, maka saat ini terdapat perhatian yang sangat besar terhadap permasalahan etika dalam penggunaan komputer. Menurut James H. Moor, ada 3 alasan utama diperlukan nya etika yaitu kelenturan logika, faktor transformasi dan faktor tidak kasat mata.

 1. Kelenturan Logika

    Kelenturan logika adalah kemampuan menggunakan komputer untuk melakukan hal-hal yang diinginkan oleh pembuatnya. Sementara programer (pembuat program) menggunakan analisisnya untuk menangkap kebutuhan pengguna sebagai landasan dalam perancangan aplikasi yang telah dibuatnya.  Programmer atau pembuat progrm yang sebenarnya memegang peran yang sangat dominan dalam menentukan pemikiran dari program yang dibuat serta output dari program tersebut.

 2. Faktor Transformasi 

    Kehadiran komputer dalam dunia pendidikan membawa pengaruh yang sangat besar bagi semua yang terlibat dalam dunia pendidikan, namun secara langsung telah mengubah cara orang melakukan kegiatan atau aktivitas dalam dunia pendidikan. Dapat dilihat dari bagaimana yang dulunya di sekolah tidak menggunakan komputer kini hampir semuanya menggunakan komputer.

 3. Faktor tidak kasat mata 

   Faktor tidak kasat mata adalah komputer ialah sebagai  peralatan elektronik, maka proses yang terjadi didalamnya tidak bisa terlihat secara kasat mata. Sebagai kotak hitam yang dibuat oleh praktisi teknologi informasi, dimata pengguna atau user, komputer akan bekerja sesuai dengan aplikasi yang diintalsi. 

         Ada tiga operasi dasar internal yang dilakukan oleh para programer dalam membangun kotak hitam tersebut : 

1. Nilai-Nilai pemrograman yang tak terlihat – yang merupakan parameter-parameter yang dipergunakan oleh programmer untuk membangun aplikasinya.
2. Perhitungan yang tak terlihat  yang merupakan kumpulan dari formula-formula yang dipergunakan dalam proses pengolahan data menjadi informasi, yang selanjutnya akan dipergunakan oleh manajemen untuk mengambil keputusan.
3. Penyalahgunaan yang tak terlihat – yang merupakan kemungkinan dikembangkannya sebuah program atau algoritma yang melanggar hukum seperti penggelapan pajak, pembocoran rahasia internal (mata-mata), manipulasi perhitungan, dan lain sebagainya.

Sepuluh perintah untuk etika komputer dari institut etika komputer.

1. Jangan menggunakan komputer untuk membahayakan orang lain

2. Jangan mencampuri pekerjaan komputer orang lain

3. Jangan mengintip file orang lain

4. Jangan menggunakan komputer untuk mencuri

5. Jangan menggunakan komputer untuk bersaksi dusta

6. Jangan menggunakan atau menyalin perangkat lunak yang belum kamu bayar

7. Jangan menggunakan sumber daya komputer orang lain tanpa otorisasi

8. Jangan mengambil hasil intelektual orang lain untuk diri kamu sendiri

9. Pikirkanlah mengenai akibat sosial dari program yang kamu tulis

10. Gunakanlah komputer dengan cara yang menunjukkan tenggang rasa dan rasa penghargaan.


DAFTAR PUSTAKA 

 Srief Jananto. “Pentingnya Etika Dalam Penggunaan Komputer”. Jurnal artikel Dinamik. Vol. VIII. No. 1. Januari 2003.

  Noersasongko Edi &  Andono N. Pulung. 2010. Mengenal Dunia Komputer . Jakarta : Elex Media Komputindo.

 

  

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kasus Pelecehan Seksual Anak di Bawah Umur, Diimingi Uang Jajan Berujung Pengancaman